1.
Bahaya
Air Raksa
Air raksa atau merkuri
adalah sebuah elemen yang berasal dari kerak bumi. Merkuri termasuk salah satu
logam berat, dengan berat molekul yang tinggi. Logam merkuri banyak digunakan
dalam industri produksi gas khlor dan soda kaustik, termometer, tambal gigi,
baterai, lampu neon, dan lampu mobil. Khusus untuk termometer, merkuri jauh
lebih akurat daripada yang menggunakan alkohol karena mudah sekali dipengaruhi
oleh perubahan suhu meskipun harus dilakukan pewarnaan terlebih dahulu.
Air raksa atau merkuri sangat beracun. Dalam kadar rendah,
logam berat ini umumnya sudah beracun bagi tumbuhan dan hewan, termasuk
manusia. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf meskipun hanya
terpapar dalam tingkat yang relatif rendah. Hal ini terutama berbahaya bagi ibu
yang sedang hamil. Perkembangan anak-anak karena senyawa merkuri dapat
menyebabkan cacat fisik maupun mental pada kelahiran janin. Air raksa atau
Merkuri terkumpul/terakumulasi dalam tubuh manusia dan hewan melalui siklus
(daur) rantai makanan, terutama dalam beberapa jenis ikan dan kerang-kerangan
karena lingkungan perairan mereka telah tercemar dengan senyawa merkuri. Senyawa
air raksa atau merkuri yang terikat dengan satu senyawa karbon, akan membentuk
senyawa merkuri organik, contohnya metil merkuri. Senyawa merkuri organik
dianggap lebih berbahaya dan dapat larut dalam lapisan lemak pada kulit yang
menyelimuti inti saraf.
Senyawa merkuri dapat memasuki tubuh melalui pernapasan
dengan kadar penyerapan 80%. Uapnya dapat menembus membran paru-paru dan
apabila terserap ke tubuh, senyawa merkuri akan terikat dengan protein
sulfurhidril seperti sistein dan glutamine. Di dalam darah, 90% dari metil
merkuri diserap ke dalam sel darah merah. Metil merkuri juga dijumpai dalam
rambut. Toksisitas atau tingkat racun merkuri pada manusia dibedakan menurut
bentuk senyawa Hg, yaitu anorganik dan organik. Keracunan anorganik Hg sudah
dikenal sejak abad ke-18 dan ke-19 dengan gejala tremor pada orang dewasa. Gejala
tremor telah dikenal sejak abad ke-18 yang disebut “hatter’s shakes” (topi
bergoyang), karena pada saat itu banyak pekerja di pabrik topi dan wol
menderita gejala tersebut. Gejala berlanjut dengan tremor pada otot muka, yang
kemudian merambat ke jari-jari dan tangan. Bila keracunan berlanjut, tremor
terjadi pada lidah, berbicara terbata-bata, berjalan terlihat kaku, dan hilang
keseimbangan. Perubahan pada hilangnya daya ingatan dapat juga terjadi pada
kasus keracunan Hg dan keracunan kronis akan menyebabkan kematian. Selain
keracunan Hg anorganik, bentuk Hg organik juga menimbulkan keracunan yang
sangat berbahaya. Kasus keracunan metil merkuri pada orang, baik anak maupun
orang dewasa, diberitakan besar-besaran pasca Perang Dunia II di Jepang, yang
disebut “Minamata Disease” atau Penyakit Minamata. Tragedi “Minamata Disease”
ini ditemukan pada penduduk di sekitar kawasan Minamata, Jepang, yang memakan
ikan yang berasal dari laut di sekitar Teluk Minamata yang mengandung merkuri
yang berasal dari buangan sisa industri plastik. Gejala keanehan mental dan
cacat saraf mulai tampak terutama pada anak-anak.
Sumber: http://sita-laksita.blogspot.co.id/2012/11/kesehatan-lingkungan-bahaya-penggunaan-raksa.html.
2.
Bahaya
Asbes
Asbes adalah mineral
silikat alami yang tersusun dari serat kecil. Dalam kondisi tertentu, asbes
dapat menghasilkan debu yang mengandung serat asbes. Masuknya serat asbes ini
ke dalam paru-paru melalui pernapasan dapat menyebabkan berbagai masalah
kesehatan seperti plak pleura, asbestosis, kanker paru-paru dan mesothelioma.
1) Plak
pleura - penebalan jaringan tisu pada pleura (selaput) dari paru-paru.
2) Asbestosis
- terbentuknya jaringan tisu progresif di dalam paru-paru.
3) Kanker paru-paru - dapat terjadi setelah satu
dekade setelah terpapar asbes. Perokok dan pekerja bangunan adalah yang paling
berisiko.
4) Mesothelioma
- jenis kanker yang mempengaruhi pleura. Ini dapat terjadi setelah satu dekade sejak
terpapar asbes.
3.
Bahaya
Zat Radioaktif
Akibat radiasi yang melebihi dosis yang diperkenankan dapat
menimpa seluruh tubuh atau hanya lokal. Radiasi tinggi dalam waktu singkat
dapat menimbulkan efek akut atau seketika sedangkan radiasi dalam dosis rendah
dampaknya baru terlihat dalam jangka waktu yang lama atau menimbulkan efek yang
tertunda. Radiasi zat radioaktif dapat memengaruhi kelenjarkelenjar kelamin,
sehingga menyebabkan kemandulan. Berdasarkan dari segi cepat atau lambatnya
penampakan efek biologis akibat radiasi radioaktif ini, efek radiasi dibagi
menjadi seperti berikut.
1. Efek segera
Efek ini muncul kurang dari satu tahun sejak penyinaran.
Gejala yang biasanya muncul adalah mual dan muntah muntah, rasa malas dan lelah
serta terjadi perubahan jumlah butir darah.
2. Efek tertunda
Efek ini muncul setelah lebih dari satu tahun sejak
penyinaran. Efek tertunda ini dapat juga diderita oleh turunan dari orang yang
menerima penyinaran.
Dampak negatif dari radiasi zat radioaktif, antara lain:
1) Radiasi zat radioaktif dapat
memperpendek umur manusia. Hal ini karena zat radioaktif dapat
menimbulkankerusakan jaringan tubuh dan menurunkan kekebalan tubuh.
2) Radiasi zat radioaktif terhadap
kelenjar-kelenjar kelamin dapat mengakibatkan kemandulan dan mutasi genetik
pada keturunannya.
3) Radiasi zat radioaktif dapat
mengakibatkan terjadinya pembelahan sel darah putih, sehingga mengakibatkan
penyakit leukimia.
4) Radiasi zat radioaktif dapat
menyebabkan kerusakan somatis berbentuk lokal dengan tanda kerusakan kulit,
kerusakan sel pembentuk sel darah, dan kerusakan sistem saraf.
5) Pencemaran lingkungan yang
disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reactor-reaktor atom
serta bom atom, seperti 90 Sr
penyebab kanker tulang.
Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat
radioaktif pada umat manusia seperti berikut di bawah ini : Pusing-pusing,
Nafsu makan berkurang atau hilang, Terjadi diare, Badan panas atau demam, Berat
badan turun, Kanker darah atau leukimia, Meningkatnya denyut jantung atau nadi.
4.
Bahaya
Sinar X
X-Ray (Sinar-X)
disamping digunakan untuk keperluan Rontgen dalam rangka mengetahui organ dalam
tubuh manusia, juga digunakan di dunia penerbangan. Dalam penerbangan, Sinar-X
digunakan untuk mengetahui instrumen pesawat yang mengalami kerusakan. Hasil
dari penggunaan Sinar-X ini memudahkan teknisi pesawat untuk melakukan
perawatan terhadap instrumen pesawat yang mengalami kerusakan. Demikian yang
disampaikan Kasubsirendal, Seksi Kamhanlan, Disops Lanud Iswahjudi Kapten Tek
Suwoto pada Briefing Pagi, Rabu (15/7). Akan tetapi Sinar-X yang digunakan
dalam penerbangan ini berkekuatan 10 kali lipat dari yang biasa digunakan untuk
rontgen di rumah sakit.
Dalam penjelasannya
Kapten Tek Suwoto menyampaikan, bahwa Sinar-X tersebut bila mengenai tubuh
manusia akan menyebabkan jaringan kulit menjadi mengering, jaringan tulang akan
keropos, dan sel telor perempuan akan mati, sehingga menyebabkan mandul. Menurutnya,
radiasi dari Sinar-X ini bukanlah penyakit, akan tetapi dampak radiasi ini akan
menurunkan tingkat stamina dan kekebalan tubuh manusia, sehingga memudahkan
penyakit masuk ke dalam tubuh. Oleh karenanya bila seseorang terkena radiasi
Sinar-X disarankan segera mengonsumsi makanan bergizi, minum susu dan kacang
hijau agar sel-sel tubuh yang mati segera tergantikan oleh sel-sel yang baru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar