Jumat, 06 Mei 2016

Bahaya Alat Labor Fisika Yang Tak Terduga



1.      Bahaya Air Raksa
Air raksa atau merkuri adalah sebuah elemen yang berasal dari kerak bumi. Merkuri termasuk salah satu logam berat, dengan berat molekul yang tinggi. Logam merkuri banyak digunakan dalam industri produksi gas khlor dan soda kaustik, termometer, tambal gigi, baterai, lampu neon, dan lampu mobil. Khusus untuk termometer, merkuri jauh lebih akurat daripada yang menggunakan alkohol karena mudah sekali dipengaruhi oleh perubahan suhu meskipun harus dilakukan pewarnaan terlebih dahulu.
Air raksa atau merkuri sangat beracun. Dalam kadar rendah, logam berat ini umumnya sudah beracun bagi tumbuhan dan hewan, termasuk manusia. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf meskipun hanya terpapar dalam tingkat yang relatif rendah. Hal ini terutama berbahaya bagi ibu yang sedang hamil. Perkembangan anak-anak karena senyawa merkuri dapat menyebabkan cacat fisik maupun mental pada kelahiran janin. Air raksa atau Merkuri terkumpul/terakumulasi dalam tubuh manusia dan hewan melalui siklus (daur) rantai makanan, terutama dalam beberapa jenis ikan dan kerang-kerangan karena lingkungan perairan mereka telah tercemar dengan senyawa merkuri. Senyawa air raksa atau merkuri yang terikat dengan satu senyawa karbon, akan membentuk senyawa merkuri organik, contohnya metil merkuri. Senyawa merkuri organik dianggap lebih berbahaya dan dapat larut dalam lapisan lemak pada kulit yang menyelimuti inti saraf.
Senyawa merkuri dapat memasuki tubuh melalui pernapasan dengan kadar penyerapan 80%. Uapnya dapat menembus membran paru-paru dan apabila terserap ke tubuh, senyawa merkuri akan terikat dengan protein sulfurhidril seperti sistein dan glutamine. Di dalam darah, 90% dari metil merkuri diserap ke dalam sel darah merah. Metil merkuri juga dijumpai dalam rambut. Toksisitas atau tingkat racun merkuri pada manusia dibedakan menurut bentuk senyawa Hg, yaitu anorganik dan organik. Keracunan anorganik Hg sudah dikenal sejak abad ke-18 dan ke-19 dengan gejala tremor pada orang dewasa. Gejala tremor telah dikenal sejak abad ke-18 yang disebut “hatter’s shakes” (topi bergoyang), karena pada saat itu banyak pekerja di pabrik topi dan wol menderita gejala tersebut. Gejala berlanjut dengan tremor pada otot muka, yang kemudian merambat ke jari-jari dan tangan. Bila keracunan berlanjut, tremor terjadi pada lidah, berbicara terbata-bata, berjalan terlihat kaku, dan hilang keseimbangan. Perubahan pada hilangnya daya ingatan dapat juga terjadi pada kasus keracunan Hg dan keracunan kronis akan menyebabkan kematian. Selain keracunan Hg anorganik, bentuk Hg organik juga menimbulkan keracunan yang sangat berbahaya. Kasus keracunan metil merkuri pada orang, baik anak maupun orang dewasa, diberitakan besar-besaran pasca Perang Dunia II di Jepang, yang disebut “Minamata Disease” atau Penyakit Minamata. Tragedi “Minamata Disease” ini ditemukan pada penduduk di sekitar kawasan Minamata, Jepang, yang memakan ikan yang berasal dari laut di sekitar Teluk Minamata yang mengandung merkuri yang berasal dari buangan sisa industri plastik. Gejala keanehan mental dan cacat saraf mulai tampak terutama pada anak-anak.

2.      Bahaya Asbes
Asbes adalah mineral silikat alami yang tersusun dari serat kecil. Dalam kondisi tertentu, asbes dapat menghasilkan debu yang mengandung serat asbes. Masuknya serat asbes ini ke dalam paru-paru melalui pernapasan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti plak pleura, asbestosis, kanker paru-paru dan mesothelioma.
1)      Plak pleura - penebalan jaringan tisu pada pleura (selaput) dari paru-paru.
2)      Asbestosis - terbentuknya jaringan tisu progresif di dalam paru-paru.
3)      Kanker paru-paru - dapat terjadi setelah satu dekade setelah terpapar asbes. Perokok dan pekerja bangunan adalah yang paling berisiko.
4)      Mesothelioma - jenis kanker yang mempengaruhi pleura. Ini dapat terjadi setelah satu dekade sejak terpapar asbes.

3.      Bahaya Zat Radioaktif
Akibat radiasi yang melebihi dosis yang diperkenankan dapat menimpa seluruh tubuh atau hanya lokal. Radiasi tinggi dalam waktu singkat dapat menimbulkan efek akut atau seketika sedangkan radiasi dalam dosis rendah dampaknya baru terlihat dalam jangka waktu yang lama atau menimbulkan efek yang tertunda. Radiasi zat radioaktif dapat memengaruhi kelenjarkelenjar kelamin, sehingga menyebabkan kemandulan. Berdasarkan dari segi cepat atau lambatnya penampakan efek biologis akibat radiasi radioaktif ini, efek radiasi dibagi menjadi seperti berikut.
1. Efek segera
Efek ini muncul kurang dari satu tahun sejak penyinaran. Gejala yang biasanya muncul adalah mual dan muntah muntah, rasa malas dan lelah serta terjadi perubahan jumlah butir darah.
2. Efek tertunda
Efek ini muncul setelah lebih dari satu tahun sejak penyinaran. Efek tertunda ini dapat juga diderita oleh turunan dari orang yang menerima penyinaran.
Dampak negatif dari radiasi zat radioaktif, antara lain:
1)      Radiasi zat radioaktif dapat memperpendek umur manusia. Hal ini karena zat radioaktif dapat menimbulkankerusakan jaringan tubuh dan menurunkan kekebalan tubuh.
2)      Radiasi zat radioaktif terhadap kelenjar-kelenjar kelamin dapat mengakibatkan kemandulan dan mutasi genetik pada keturunannya.
3)      Radiasi zat radioaktif dapat mengakibatkan terjadinya pembelahan sel darah putih, sehingga mengakibatkan penyakit leukimia.
4)      Radiasi zat radioaktif dapat menyebabkan kerusakan somatis berbentuk lokal dengan tanda kerusakan kulit, kerusakan sel pembentuk sel darah, dan kerusakan sistem saraf.
5)      Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reactor-reaktor atom serta bom atom, seperti 90 Sr penyebab kanker tulang.
Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut di bawah ini : Pusing-pusing, Nafsu makan berkurang atau hilang, Terjadi diare, Badan panas atau demam, Berat badan turun, Kanker darah atau leukimia, Meningkatnya denyut jantung atau nadi.

4.      Bahaya Sinar X
X-Ray (Sinar-X) disamping digunakan untuk keperluan Rontgen dalam rangka mengetahui organ dalam tubuh manusia, juga digunakan di dunia penerbangan. Dalam penerbangan, Sinar-X digunakan untuk mengetahui instrumen pesawat yang mengalami kerusakan. Hasil dari penggunaan Sinar-X ini memudahkan teknisi pesawat untuk melakukan perawatan terhadap instrumen pesawat yang mengalami kerusakan. Demikian yang disampaikan Kasubsirendal, Seksi Kamhanlan, Disops Lanud Iswahjudi Kapten Tek Suwoto pada Briefing Pagi, Rabu (15/7). Akan tetapi Sinar-X yang digunakan dalam penerbangan ini berkekuatan 10 kali lipat dari yang biasa digunakan untuk rontgen di rumah sakit.
Dalam penjelasannya Kapten Tek Suwoto menyampaikan, bahwa Sinar-X tersebut bila mengenai tubuh manusia akan menyebabkan jaringan kulit menjadi mengering, jaringan tulang akan keropos, dan sel telor perempuan akan mati, sehingga menyebabkan mandul. Menurutnya, radiasi dari Sinar-X ini bukanlah penyakit, akan tetapi dampak radiasi ini akan menurunkan tingkat stamina dan kekebalan tubuh manusia, sehingga memudahkan penyakit masuk ke dalam tubuh. Oleh karenanya bila seseorang terkena radiasi Sinar-X disarankan segera mengonsumsi makanan bergizi, minum susu dan kacang hijau agar sel-sel tubuh yang mati segera tergantikan oleh sel-sel yang baru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar